by

Musim Corona, KPAI Minta Guru Jangan Bebani Siswa dengan Setumpuk Tugas

Hallobogor.com, Kota – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Kota Bogor meminta pemerintah (Pemkot) Kota Bogor untuk mengevaluasi sistem belajar di rumah karena sekolah diliburkan selama wabah Ovid-19 atau Coronavirus merebak.

Komisioner KPAI Kota Bogor bidang pendidikan, Anni Farhani menilai sistem belajar di rumah yang diterapkan sekolah kurang atau belum efektif, sebab belum ada pemahaman yang baik dari para guru, disamping itu kegiatan belajar melalui online yang baru di Indonesia menjadi pengalaman baru dan masih banyak orang tua merasa kesulitan dengan menggunakan teknologi.

“KPAI menerima pengaduan sejumlah orang tua siswa yang mengeluhkan anak-anak mereka merasa terbebani karena mendapatkan berbagai tugas setiap hari dari para gurunya yang terlalu banyak,” ucapnya Anni melalui pesan singkat, pada Minggu (12/04/2020).

Ia menduga kebanyakan guru mengartikan belajar di rumah dengan memberikan tugas secara daring dan meminta siswa mengumpulkan tugas setiap hari yang pada akhirnya tugas yang diberikan kepada siswa selama Covid-19, belajar di rumah menumpuk sehingga siswa menjadi kewalahan mengerjakan tugas tersebut.

“Karena semua guru bidang studi memberikan tugas yang butuh dikerjakan lebih dari 1 jam, hal ini berakibat tugas makin menumpuk dan anak-anak jadi kelelahan, serta orang tua menjadi terhambat dalam melaksanakan aktivitas dirumah, akibat harus mendampingi anak-anaknya dalam melaksanakan tugas” ujarnya.

Padahal, sambung Anni, seharusnya guru memberikan aktivitas yang merangsang otak siswa agar rutin belajar. Sehingga ketika kembali masuk ke sekolah, siswa tidak tertinggal dan tetap semangat.

“Jadi ritmenya bisa diatur bukan malah membuat anak tertekan, perasaaan tertekan dan kelelahan justru dapat berdampak pada penurunan imun pada tubuh anak,” imbuhnya.

Lebih lanjut Anni menduga hal ini terjadi karena Dinas Pendidikan sampai saat ini belum maksimal memberikan edukasi yang terkait sistem belajar di rumah sebelum memutuskan merumahkan siswa. Dengan persiapan yang baik, maka teknis belajar di rumah tidak hanya pemberian tugas. Misal, guru seharusnya tidak memberikan tugas berbarengan sehingga tugas tidak menumpuk.

“Tugas yang diberikan juga tidak harus terpaku pada bentuk soal. Tapi bisa dengan menyuruh siswa membaca buku cerita, dan melaporkan kembali hasil bacaannya,” katanya.

Untuk itu, KPAI Kota Bogor mendorong agar Dinas Pendidikan dan kepala sekolah mengevaluasi kembali metode belajar di rumah. Sehingga tidak menimbulkan beban untuk siswa, metode belajar juga diharapkan bisa mengikutsertakan interaksi antara guru dan siswa, meskipun secara virtual, sehingga guru bisa membimbing siswa selama belajar dari jarak jauh.

Anni menambahkan, saya berharap, selama kebijakan belajar di rumah, guru tidak memberikan tugas-tugas sampai menumpuk yang berujung para siswa menjadi malah menjadi stres, pungkasnya. (dns)