by

Neng Eem Serahkan Buku Tabungan Penerima BSPS Kota Bogor Tahun 2020

Hallobogor.com, Bogor Tengah – Ketua Kelompok Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Komisi V DPR RI Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz menyerahkan secara simbolis Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) kepada 500 kepala keluarga yang berdomisili di Kota Bogor.

Pada kesempatan tersebut Neng Eem mengatakan, sejak 2018 telah menyalurkan aspirasi BSPS sebanyak total 2.490 unit senilai Rp 43,575 miliar. Penyerahan BSPS Kota Bogor Tahun 2020 berlangsung di ruangan Sri Baduga, gedung Balaikota Bogor.

Sejumlah pejabar hadir, termasuk Wali Kota Bogor Bima Arya, Direktur Rumah Swadaya KM Arsyad, dan Kepala Balai Pelaksanaan Penyediaan Perumahan Jawa 2 Kiagoos Egie Ismail ST., MT. Serta Muspida dan Wakil Ketua DPRD Kota Bogor Eka Wardhana. Kamis (09/07/2020).

Baca : Walikota Bogor Targetkan 20.000 RTLH Menjadi Rumah Layak Huni

“Semoga bantuan ini memberikan manfaat dan berkah bagi para penerimanya. Terlebih lagi, dalam masa pandemi Covid-19 ini tentunya banyak masyarakat yang terdampak secara ekonomi maupun sosial. Oleh karena itu, Pemerintah seharusnya memperbanyak bantuan-bantuan seperti ini karena dirasakan secara langsung manfaatnya oleh masyarakat,” ungkap Neng Eem yang terpilih dari Dapil Kota Bogor dan Kabupaten Cianjur.

Baca juga : Berita dan Informasi Seputar Bantuan Simultan Perumahan Swadaya

Neng Eem juga menjelaskan, bahwa, program aspirasi BSPS di Kota Bogor telah diberikan sebanyak 3 tahun berturut-turut. Dimulai pada 2018 sebanyak 200 unit, kemudian di tahun 2019 sebanyak 1.790 unit, dan tahun ini sebanyak 500 unit.

“Sehingga total BSPS Kota Bogor yang telah diserahkan sebanyak 2.490 unit yang meliputi 6 kecamatan dan 68 kelurahan, dengan jumlah nominal bantuan sebesar Rp43,575 miliar,” jelas Neng Eem.

Neng Eem menyerahkan secara simbolis program aspirasi lainnya, yaitu Program Tembok Penahan Tanah (TPT) atau Turap kepada Ma’had Nurul Fata yang berlokasi di Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Bogor Selatan, pimpinan Habib Hasan Al Alatas.

Adapun nilai program sebesar Rp9 miliar dan dianggarkan pada tahun 2020. Program lainnya untuk Kota Bogor yang diaspirasikan oleh Neng Eem adalah Program Kotaku yang berlokasi di 3 kelurahan, masing-masing senilai Rp 1 miliar, dengan nilai total Rp 3 miliar.

Kotaku merupakan salah satu program padat karya tunai (PKT) yang dilaksanakan melalui Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR bersinergi dengan pemerintah daerah (Pemda) dan kelompok masyarakat untuk melakukan perbaikan kualitas kawasan permukiman kumuh di perkotaan.

Terkait BSPS, terdapat dua kategori penerima bantuan yakni Peningkatan Kualitas Rumah Swadaya (PKRS) dan Pembangunan Rumah Baru Swadaya (PRBS). Bantuan PKRS senilai Rp 17,5 juta untuk bahan bangunan dan Rp 15 juta untuk upah kerja. Untuk PBRS mendapatkan jatah bantuan senilai Rp 35 juta yang terdiri dari komponen bahan bangunan Rp 30 juta dan upah kerja Rp 5 juta.

Sedangkan syarat penerima BSPS adalah Warga Negara Indonesia yang sudah berkeluarga dan memiliki atau menguasai tanah dengan hak yang sah, belum memiliki rumah atau memiliki dan menempati rumah satu-satunya tetapi tidak layak huni.

Selain itu, juga belum pernah memperoleh bantuan yang sama atau bantuan pemerintah untuk program perumahan lainnya. Sementara itu, penghasilan yang dimiliki harus kurang dari atau sama dengan upah minimal provinsi dan bersedia berswadaya membentuk kelompok untuk membuat pernyataan tanggung renteng. (dns).