by

Nobat Bagus, Rencana Setelah Nobat Juga Bagus, tapi Janji Rest Areanya Mana?

Hallobogor.com. Cisarua – Nongol babat (NOBAT) merupakan salah satu program yang termasuk dalam pancakarsa yang selalu digaungkan oleh Bupati Bogor Ade Yasin.

Program ini aat ini seakan terhenti, karena adanya Covid – 19 yang kini kian ramai dalam pembahasan. Progres dari program nongol babat itu salahsatunya adalah pembongkaran villa dan bangunan liar, di kampung Naringgul Puncak Kecamatan Cisarua karena lokasi tersebut dianggap untuk tempat prostitusi oleh beberapa oknum.

Langkah yang diambil oleh pihak pemerintah Kabupaten Bogor melalui Satuan Polisi Pamongpraja (Satpol PP) mendapat apresiasi dan sekaligus kritik dari aktivis mahasiswa Kabupaten Bogor M. Agung

“Langkah yang diambil Pemda merupakan hal positif, karena pembongkaran bangunan liar tersebut katanya akan dijadikan lahan relokasi PKL yang sebelumnya telah ditertibkan oleh Satpol PP, Sayangnya terdapat kejanggalan karena pembangunan rest area yang tak kunjung selesai hingga saat ini,” katanya.

“Pembongkaran itu, tentunya memiliki tujuan yang baik. Yakni memberantas praktek prostitusi di Puncak. Dan masyarakat yang terdampak juga mendapatkan dana kerohiman sebesar 30 jt rupiah per Kepala Keluarga ( KK ),” katanya.

“Kebetulan kami sebagai mahasiswa yang berperan langsung dalam beberapa kondisi permasalahan dan perkembangan Nobat Bupati Bogor, kami memang berkomitmen untuk memantau perkembangan Nobat ini,” tambahnya.

Aktivis mahasiswa kabupaten Bogor ini menyatakan, tidak akan terhenti hanya disitu, akan terus memantau, menyelidiki, bahkan akan terus melakukan investigasi terkait permasalahan tersebut, guna menyikapi mengenai semua informasi yang berkembang.

“Kami telah mengantongi informasi tentang bagaimana telah adanya pertemuan, antara beberapa pihak, yang diduga berkepentingan mengenai ini. Di salah satu tempat, yaitu di Air Mancur kota Bogor, dan wilayah Gadog Ciawi Kabupaten Bogor,” pungkasnya. (wan).