by

Omset Turun, Hiswana Migas Tetap Sumbangkan Paket Sembako dan Masker

Hallobogor.com, Bogor Tengah – Guna meringankan beban pemerintah dalam penanganan wabah COVID-19, Hiswana Migas kirimkan paket sembako dan masker ke Posko Gugus Tugas COVID-19, Jalan Pajajaran, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Kamis (23/04/2020).

Ketua BPC Hiswana Migas Bogor Erry Junaidi pada kesempatan tersebut mengatakan, Alhamdulillah pihaknya berkumpul untuk menyerahkan bantuan ke Posko Gugus Tugas COVID-19. Bantuan tersebut diterima langsung Wakil Walikota Bogor Dedie A Rachim.

“Bantuan tersebut awalnya akan diberikan langsung ke perorangan, tetapi tidak diperbolehkan, untuk itu kami datang ke sini ke Gugus Tugas dan nanti dari pihak Gugus Tugas yang akan menyalurkan bantuan tersebut ke masyarakat Kota Bogor. Jumlah bantuan yang kami kirimkan ini adalah 450 paket sembako dan 500 pcs masker,” ucap Erry usai menyerahkan bantuan.

Disinggung kaitan dengan aktivitas karyawan Hiswana Migas saat pandemi Corona Erry menerangkan, untuk aktivitas kantor tidak libur, tapi semua kegiatan kantor dikerjakan di rumah menggunakan media online, tapi untuk kegiatan yang sifatnya tehnis atau di lapangan seperti pengisian bahan bakar gas dan SPBU tidak diliburkan, karena kita berbisnis di bidang BBM jadi harus tetap buka dan itu memang sangat dibutuhkan masyarakat.

“Untuk kondisi sekarang ini pengisian bahan bakar Gas dan SPBU tidak diliburkan namun mengurangi jam kerja atau jam buka, dan omsetnya pun beberapa waktu lalu ada penurunan sekitar 30 persen hingga 40 persen, dengan kondisi demikian kita harus tetap berjalan, karena untuk menunjang kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Selain itu menurut Erry, untuk kebutuhan masyarakat lainya seperti Gas Elpiji tidak perlu untuk dipermasalahkan stok Gas Elpiji sementara ini masih cukup dan tetap harus bejalan karena ini untuk menunjang kelangsungan hidup masyarakat.

“Saya berharap, wabah Virus Corona atau COVID-19 ini semoga cepat berlalu agar semua kegiatan kembali berjalan normal, untuk itu mari kita ikuti imbauan pemerintah untuk melakukan diam dirumah dan melakukan pekerjaan di rumah (WFH) agar mempercepat memutus mata rantai Virus Corona di Kota Bogor,” tandasnya.

Sementara Firdaus selaku Sales Brand Manager menambahkan, untuk SPBU sementara ini karena wabah COVID-19 merebak di kota Bogor ada penurunan sekitar 40 hingga 50 persen, karena mengikuti imbauan pemerintah untuk stay di rumah, jadi mobilitas masyarakat menggunakan kendaraan itu berkurang tapi untuk operasional logistik yang menggunakan bahan bakar solar masih normal sama seperti biasanya, karena distribusi barang itu harus tetap berjalan.

Menghadapi Ramadhan ini untuk penurunan masih tetap terjadi dan itu dari sisi permintaan masyarakat memang turun tapi untuk sisi suplai Dari Pertamina masih tetap berjalan normal.

“Beberapa SPBU ada yang meminta untuk mengurangi jam kerja atau jam buka tapi akan kita evaluasi karena kita tetap prioritas untuk pelayanan kepada masyarakat dan melihat dari sisi keamanan, karena akhir-akhir ini sudah banyak terjadi peristiwa kriminalitas pada jam-jam malam dan kita juga mengantisipasi terjadinya peristiwa tersebut,” ucapnya.

Firdaus juga menyampaikan, Untuk SPBU yang mengajukan pengurangan jam kerjanya, yaitu SPBU di daerah Puncak Cisarua dan satu lagi ada di jalan Veteran Kota Bogor, hal itu diminta karena omzet nya menurun dan masalah keamanan, pungkasnya. (dns).