by

Pandemi Covid-19 Jadi Alasan Penyaluran Kredit Mikro Terhambat

Hallobogor.com, Bandung – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat saat ini ada sekitar 600.000 Lembaga Keuangan Mikro (LKM) yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia.

Namun menurut Kepala Bagian Pengawasan Industri Keuangan Non Bank KR 2 Jabar OJK, Noviyanto Utomo, dari jumlah tersebut hanya 56 Bank Wakaf Mikro (BWM) telah menyalurkan pembiayaan dengan nilai Rp45,5 miliar untuk 32.803 nasabah.

“Berdasarkan data sampai Agustus 2020, BWM telah menyalurkan pembiayaan senilai Rp 45,5 miliar dengan total 32.803 nasabah. Untuk di Jawa Barat sendiri nilai pembiayaan yang disalurkan telah mencapai Rp7,52 miliar,” ucapnya.

Noviyanto menyatakan, pandemi Covid-19 ini telah mempengaruhi BWM yang aktivitasnya ada di sejumlah pesantren karena adanya pembatasan aktivitas saat diterapkannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sehingga angka kredit macet di BWM sempat mengalami peningkatan.

“Meski sempat tertekan hingga NPL BWM sempat melonjak, namun saat ini sebagian BWM keberadaannya mulai membaik,” kata Noviyanto, dalam Webinar “Peluang dan Tantangan Keuangan Mikro Bagi UMKM pada Era dan Pasca Pandemi”, Kamis (1/1/2020).

Novianto mengungkapkan, meski penyaluran masih berjalan, namun akibat pandemi Covid-19 ini untuk penyaluran kredit mikro oleh bank perbankan terjadi sedikit perlambatan.

“Target penyaluran kredit bagi UMKM pada 2020 mencapai Rp190 triliun, namun akibat adanya pandemi Covid-19 ini, hingga Agustus baru tercapai Rp89 triliun,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Pengurus BWM Berkah Umat Ciganitri, Nurmawan mengatakan, ada tiga hal utama dalam menjalankan BWM agar berjalan dengan baik, diantaranya pembiayaan atau pengelolaan keuangan, motivasi dalam berusaha serta ketahanan rumah tangga.

“Yang terpenting juga membangun kohesi di dalam masyarakat karena dengan membangun perekat sosial dan mengelola rumah tangga diharapkan akan berdampak pada pembangunan ekonomi yang berbasis kerakyatan,” ucapnya. (jbr)