by

Pasar Cisarua Direvitalisasi, Pedagang Tanya Kepastian Hukum

Hallobogor, com, Cisarua – Berdasarkan informasi yang dapat dihimpun, revitalisasi tahap dua Pasar Cisarua akan segera dilksanakan pada September mendatang.

Namun di sisi lain para pedagang mempertanyakan status ruko di blok C, masalahnya dari 42 unit, 28 unit ruko yang dihuni pedagang dilokasi itu beberapa orang di antaranya mengaku telah memiliki hak atas bangunan tersebut berupa AJB.

Seperti yang diungkapkan Yayan Sopian (44), salah seorang pedagang mengaku bahwa ia memiliki Akta Jual Beli (AJB) atas salah satu ruko di Blok C tersebut.

Saat ini Yayan serta pedagang yang lainnya menghuni ruko, sementara waktu ditempatkan di penampungan yang lokasinya berdekatan dengan Kantor Pengelola Pasar.

“Iya saya punya AJB yang dikeluarkan notaris pada tahun 1989 awal 1990 silam antara PT Aksioma dengan pembeli pertama dan kita punya bukti kuat berupa kwitansi dan saya ingin memperjuangkan hak saya yaitu ruko di blok C,” katanya.

“Pengelola Pasar dalam hal ini PD Pasar Tohaga harus menyelesaikan permasalahan tersebut sebelum dilakukannya pembongkaran dalam waktu dekat ini,” ungkap Yayan pedagang beras warga Desa Tugu Selatan kepada wartawan, termasuk Hallobogor.comHallo Media Network (HMN).

Menurutnya, hingga kini belum ada kepastian yang ditawarkan pihak Pasar kepada para pedagang yang sementara ini ditempatkan di kios penampungan yang berada di Blok E.

“Mau dibongkar ya silahkan saja kami tidak akan melawan malah kami kooperatif mengikuti aturan. Tetapi kami tetap akan meminta penjelasan secara mendetail dengan dasar AJB ini, meskipun masih atas nama pembeli pertama belum dibalik nama oleh kami. Dan kami minta pihak pengelola Pasar seharusnya tidak tutup mata dengan persoalan ini,” ujarnya.

Hal senada di katakan Koh Ahuy, rekan sesama pedagang di Ruko blok C. Bahwa sebelumnya melalui Kepala Unit Pasar Cisarua pernah mengumpulkan salinan AJB yang dimiliki para pedagang guna menyelesaikan permasalahan tersebut.

“Surat AJB tersebut masih atas nama pembeli pertama dengan PT Aksioma, pernah kita ditawari dua unit kios namun ditambah lagi jadi tiga unit, tapi tetap kita harus membayar tahun pertama 5.250 ribu per unit,” katanya.

“Jadi beralihlah dari tadinya pemilik ruko menjadi pengontrak. Karena tahun kedua dan seterusnya pun dengan nominal 3 juta per unit pertahun, kurang lebih 20 tahun selama Pasar masih berlaku dan kalo seperti itu jelas kami menolak.” pungkasnya. (wan)