by

Pengusaha Rekanan Blak-blakan soal Dugaan Pungli di Instansi Ini

Hallobogor com, Cisarua – Soal desas-desus adanya dugaan praktek pungutan liar (pungli) di Bidang Irigasi dan Sumber Daya Air, pada Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Bogor, sudah sering terdengar.

Bahwa ada rekanan yang berani blak-blakan mengkonfirmasi soal masalah ini, di situlah beritanya. Seorang pengusaha asal Cisarua, Jonarudin, tidak memungkiri adanya desa-desus itu, bahkan bukan sekedar itu.

Kepada wartawan, termasuk Hallobogor.com — Hallo Media Network, ia mengaku kerap mendapat perlakuan seperti itu, ketika mendapat paket pekerjaan dari Pemkab Bogor. Artinya, dugaan pungutan terhadap rekanan penyedia barang dan jasa tersebut, nyata.

Baca : Soroti Kasus Pungli, AMPB Minta Tim Saber Pungli Turun Tangan

Jonarudin memaparkan, yang pertama, dilakukan pada saat pengambilan papan proyek dan buku tamu, di mana penyedia barang dan jasa dikenakan biaya sekitar Rp 3 (tiga) sampai 5 (lima) juta rupiah per paket.

Kedua, adalah pada saat dilaksanakannya PLB dengan tim, di mana penyedia jasa diharuskan menyediakan dana yang tidak sedikit.

“Adanya perubahan administrasi berdasarkan hasil PLB yang terkesan sengaja diciptakan, untuk mendapatkan objekan dalam pembuatan administrasinya,” katanya.

Seperti shop drawing dan as built drawing hingga addendum, dan biaya pencetakan buku kontrak yang membutuhkan biaya sekitar Rp 3 (tiga) sampai 5 (lima) juta per paket.

“Selain berbagai pungutan tersebut telah mengharuskan penyedia barang dan jasa untuk merogoh kocek lebih yang dalam lagi,” ungkapnya.

Terkait adanya dugaan pungutan – pungutan kepada pengusaha tersebut, hingga saat belum mendapat tanggapan dari Kabid Irigasi dan Sumber Daya Air, Dinas PUPR Kabupaten Bogor, Ahmad Samudra.

Forum Wartawan Bogor Selatan (FWBS) yang telah melayangkan surat yang ditujukan kepadanya seolah ditelan bumi, akibatnya semakin memunculkan persepsi negatif dari kalangan media dan masyarakat. Demikian, laporan Iwan Maulana Ardi (*)