by

Polda Jabar Siap Backup Kota Bogor dalam Penerapan PSBMK

Hallobogor.com, Bogor Tengah – Wali Kota Bogor Bima Arya mendampingi Wakil Kapolda Jawa Barat Brigjen Polisi Eddy Sumitro Tambunan saat meninjau penerapan Pembatasan Sosial Berbasis Mikro dan Komunitas (PSBMK) di Kota Bogor, Selasa (15/9/2020).

Kegiatan diawali dengan apel di halaman Mapolresta Bogor Kota, Jalan Kapten Muslihat. Tampak hadir dalam kesempatan tersebut Danrem 061/SK Brigjen TNI Agus Subiyanto dan Kapolresta Bogor Kota Kombes Hendri Fiuser. Dari pantauan Selasa pagi, tidak terlihat kepadatan antrean lantaran sebagian warga yang bekerja di Jakarta sudah menerapkan work from home (WFH) atau bekerja dari rumah.

Usai apel, rombongan bergerak ke Stasiun Bogor untuk memantau aktivitas warga yang berangkat ke Jakarta menggunakan commuter line. “Kalau untuk stasiun sudah cukup bagus. Rata-rata masyarakat sudah patuh protokol kesehatan dari pihak kereta api juga sudah melakukan semua protokol kesehatan. Tidak ada penumpang yang tidak pakai masker,” ungkap Eddy.

Kemudian, peninjauan dilakukan ke titik-titik operasi yustisi, seperti di kawasan Mawar, Pajajaran dan Suryakencana. Di mana tim gabungan dari Satpol PP dan TNI/Polri menindak warga yang tidak disiplin menerapkan protokol kesehatan, khususnya penggunaan masker.

“Ini memang ada instruksi dari bapak Kapolri, Wakapolri dan Kapolda untuk seluruh jajaran, khususnya jajaran Polda Jawa Barat melaksanakan operasi mengedepankan teman kita dari Satpol PP di backup dengan TNI dan Polri. Tujuannya adalah untuk mendisiplinkan masyarakat untuk melakukan 3M, yakni memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan,” jelasnya.

“Tadi kami tinjau kegiatan operasi ada tindakan tegas, bisa berupa teguran untuk masyarakat yang tidak pakai masker, sanksi sosial hingga ada denda juga bagi yang melanggar berulang kali. Biar dia ingat, kalau dia keluar lagi nanti pakai masker karena dengan menggunakan masker kalau menurut riset dari WHO, 70 persen bisa menekan penularan Covid,” tambah Eddy.

Eddy juga meminta setiap Polres melakukan dua titik operasi di tempat dan satu operasi mobile. “Untuk setiap Polsek satu stasioner, satu mobile. Nanti kita lihat satu atau dua minggu dengan pola ini menurun tidak. Nanti akan ada evaluasi,” katanya.

Terkait antisipasi lonjakan kunjungan dari luar Jakarta yang datang ke wilayah Jawa Barat, khususnya Bogor, Eddy menegaskan bahwa Polda Jabar siap membantu pemerintah daerah. “Kebijakan- kebijakan itu ada semua di Pak Wali Kota Bogor, ada Perwalinya ada aturannya nanti kita mem-backup beliau,” ujar dia.

Sementara itu, Bima Arya menyatakan bahwa antisipasi dari kebijakan PSBB ketat di Jakarta, Pemerintah Kota Bogor akan melakukan penguatan pengawasan protokol kesehatan di titik-titik yang menjadi kerawanan penumpukan.

“Kita kuatkan pengawasan protokol kesehatan dengan mengutamakan sinergi seluruh pihak. Jadi disini Pemkot, Satpol PP, TNI, Polri bersinergi bersama-sama menguatkan protokol kesehatan. Ya, Insya Allah tidak kendor lah. Setiap hari kita terus berkeliling untuk pastikan warga selalu sadar bahwa bahaya selalu mengintai. Saya bersama Wakalpolda melihat tingkat
kepatuhan masyarakat cukup tinggi, cukup bagus tapi mesti konsisten kita memang sampai pinggiran dan dengan ibu bupati sudah sepakat akan rutin juga kita operasi ketertiban di perbatasan-perbatasan,” pungkasnya. (bgr)