by

Anggota DPRD Minta agar Satgas Perhatikan Hak-hak ODP Corona

Hallobogor.com, Kota – Anggota komisi IV DPRD Kota Bogor, dari fraksi partai Nasdem Devi Prihartini Sultani (DPS) l mengatakan, Virus corona atau Covid-19 yang saat ini terjadi di mana-mana menjadi persoalan serius yang harus diperangi bersama-sama, tanpa terkecuali.

“Untuk antisipasinya saya katakan bahwa harus ada Satgas, ini harus punya mekanisme dan cara kerja yang jelas untuk mengetahui siapa-siapa yang sudah ODP (orang dalam pengawasan), kemudian di data secara detail wilayahnya tanpa memunculkan identitas orang tersebut,” ujar Devi, usai tes kesehatan.

Semua Pimpinan dewan dan Anggota DPRD Kota Bogor memeeriksakan kesehatannya, usai kunjungan kerja (Kunker), hal ini dilakukan untuk mengantisipasi merebaknya Virus Corona atau COVID-19. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Serbaguna DPRD, Jalan Pemuda Kota Bogor, pada Kamis (19/3/20).

Devie mengingatkan, selanjutnya selama 14 hari, harus diperhatikan segala sesuatunya, baik makanan minuman obat-obatan dan juga alat komunikasi yang diperlukan oleh mereka agar bisa berkomunikasi dengan warga masyarakat atau saudaranya yang di luar.

“Keperluan yang masuk dalam ODP harus diperhatikan juga kebutuhan-kebutuhan mereka agar tidak keluar atau beraktivitas di luar harus di penuhi, salah satunya makan sehat, juga bagaimana dengan kesehariannya agar bisa berkomunikasi,” katanya.

Jadi apapun alasannya supaya tidak keluar dari rumah atau kegiatan di luar rumah, selama 14 hari ini dipantau dan ditandai oleh Dinas Kesehatan melalui satgas yang sudah mempunyai mekanisme dan memiliki kartu identitas dalam pengawasan, yang nantinya bisa diakses oleh siapapun, itu artinya bisa diketahui wilayah-wilayah daerahnya tapi tidak memunculkan identitas dirinya.

“Jika dalam 14 Hari ternyata ada gejala demam tinggi atau batuk-batuk kering seperti disebutkan tadi, dari Dinas Kesehatan jangan membiarkan untuk pergi sendiri, tapi dengan sistem jemput bola. Kemudian lakukan lagi pemeriksaan, kalau ternyata dalam 14 Hari ini mereka dinyatakan negatif kembalikan kartu identitas pengawasan tersebut,” sarannya.

Dengan demikian, akan terukur, tidak semua orang asal memberikan informasi bahwa di sekitar kita ada yang ODP, jika ada yang positif harus ada data dari Litbangkes dan informasi dari Dinas Kesehatan yang ada di daerah, jadi jangan sembarangan men-share berita hoax, karena hal tersebut ada pidananya.

Kemudian lanjut Devi, bidang kesehatan juga harus rajin memberikan sosialisasi, updating kemudian yang harus kita lakukan juga apa yang dikerjakan itu harus konkret. Saya juga mengimbau masyarakat Kota Bogor selama 14 Hari ini bukan liburan, tapi tetap berikan edukasi dan ini waktunya kita di rumah sadar diri, secara sukarela diri kita sendiri.

Devi menambahkan, dalam menghadapi permasalahan ini harus sudah siap dalam hal persiapan ketersediaan pangan, dan buah-buahan, pemerintah kota harus sudah memberikan informasi pembatasan pembelian itu pun harus dilakukan jangan sampai nanti akhirnya masyarakat kelaparan dengan adanya masa istirahat 14 Hari ini harga-harga harus ditekan jangan sampai melonjak. (den).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.