by

Pukul Warga, Satpam Jagorawi Golf & Country Club Dilaporkan Polisi

-Hukum-225 views

Hallobogor.com, Cibinong – Tindakan main hakim sendiri yang dilakukan dua orang Satpam Jagorawi Golf & Country Club berbuntut panjang. Keluarga Rismanto (34) – korban pemukulan tidak terima, dan akan melaporkan ke polisi.

Rencananya, Selasa (11/8/2020) ini Rismanto didampingi keluarga besarnya dan dikawal oleh wartawan yang simpati dengan korban tindakan main sendiri, di Polres Bogor, Cibinong.

Tindakan arogansi yang menimpa warga kampung Cimpaeun Rt. 002 Rw. 016 Kelurahan Cimpaeun Tapos Kota Depok itu terjadi ketik korban sedang berada di lokasi Golf untuk mencari bola yang keluar dari area.

“Saat itu sedang di lokasi lapangan Golf untuk mencari bola yang keluar dari lapangan. Tidak lama kemudian datang seorang satpam menghampiri dan menegur saya yang kebetulan sedang memotong kayu buat mengambil bola,” ujar korban.

Tidak lama kemudian datang seorang Satpam dengan emosi langsung melakukan pemukulan secara membabi buta dan mengeluarkan senjata jenis sangkur yang diarahkan ke leher.

“Saya tangkis sehingga melukai tangan saya, sampai sekarang saya masih merasakan sakit di arah dada dan pusing di kepala dan muntah,” katanya kepada media

Korban yang mengalami luka pada saat selesai kejadian langsung dibawa oleh keluarganya ke m RSUD Cibinong, pada Sabtu (8/08/2020) sekitar pukul 15.30 WIB.

Namun karena korban merasa mual dan pusing serta dadanya sesak sehingga pada sore Minggu (9/08/2020) pihak keluarga berobat kembali kerumah sakit RSUD untuk memastikan luka yang dialami.

Keluarga Tidak Terima

Pihak keluarga merasa emosi dan tidak menerima atas tindakan sewenang-wenang yang dilakukan oleh dua orang satpam perusahaan golf yang beralamat, di JL. Kranggan-Cibinong, No. 60, Ciriung, Karanggan, Cibinong, Bogor.

Orang tua korban Runin (69), seorang buruh kerja lepas, tidak menerima dan sakit hati atas perlakuan yang dilakukan oleh pihak satpam Jagorawi Golf.

“Saya sakit hati, tidak terima atas penganiayaan terhadap anak saya sehingga menimbulkan luka dalam di kepala dan di dadanya,” ungkap orang tua korban kepada awak media.

Runin dengaan jujur mengatakan, bahwa dirinya orang bodoh namun dia juta tahu bahwa negera kita negara hukum.

“Kalau ada kesalahan yang dilakukan oleh anak saya silahkan tegur atau laporkan ke pihak yang berwajib, bukan malah dipukuli bahkan di lehernya sempat dilukai oleh senjata tajam,” kata Runin berapi-api.

Itulah sebabnya pihak jeluarga akan membawa masalah ini ke pihak yang berwajib untuk mencari keadilan. Demikian seperti dikutip media Etabloidfbi.com (*/fbi)