by

Dindin Heran, Mengapa Perayaan Hari Besar di Jasinga Tidak Meriah?

Hallobogor.com, Jasinga – Surat terbuka warga Desa Sipak, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor yang ditulìs melalui medsos faceboook dan whatsApp group menjadi viral di Jasinga.

RA Dien Khaerudin, seorang tokoh pemuda yang akrab disapa dengan nama Dindin itu berinisiatif menulis surat terbuka untuk aparatur pemerintahan dan warga di kawasan Jasinga.

Di bawah ini, adalah tulisan lengkapnya, seperti yang beredar pada hari Minggu (23/08/2020), sebagai berikut :

Baca : Berita-berita dan Informasi Seputar Kawasan Bogor Barat

Asalamualaikum wrb …
Salam sejahtera, Salam Pancasila, Salam Keadilan Sosial.

Teruntuk : Bpk/ibu, akang/teteh, dan semua yang di hormati.

Dengan ini, perkenankan saya mencari jawab atas banyak tanya yang telah lama hadir dan mengendap di benak. Semoga, dengan ini pula saya temukan jawabannya. Agar saya tak lagi berjibaku menepis sejuta sangka yang tidak-tidak.

Bismilllah …

Bpk/ibu akang/teteh yang di hormati.
Sama-sama kita ketahui bahawasanya di tiap Agustus pada setiap tahunnya kita semua tak pernah libur merayakan peringatan Hari Kemerekaan bangsa dan negara secara dejure sebagai bentuk penghayatan dan penghormatan kepada para pendiri bangsa dan negara atas cita-citanya.

Di Agustus ini, selain perayaan seperti yang tersebut di atas PHBN, kita pun sama-sama tau bahwa di Agustus ini ada hari spesial bagi kita kaum muslim karena di Agustus ini bertepatan juga dengan kalender Islam yaitu Muharam.

Di desa-desa lain, di kecamatan-kecamatan lain, hingar bingar perayaan digelar sebagai bentuk pemghayatan dan penghormatan sebuah sejarah yang melahirkan hari-hari yang dianggap sakral.

Yang nota bene di selenggarakan oleh anak-anak muda yang tergabung dalam beberapa elemen seperti KARANG TARUNA, KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA dan lain – lainnya di tingkat kecamatan dan desa.

Tapi entah mengapa? Di tanah saya tempat saya lahir tak menemukan kegiatan-kegiatan itu ada, khususnya di tingkat kecamatan.

Entah apa alasannya, kenapa itu terjadi? entahlah!

Yang saya tahu di desa-desa lain, di kecamatan-kecamatan lain yang ada di Kab. Bogor kegiatan penghayatan itu banyak di gelar oleh elemen pemuda wilayah itu sendiri.

Entah karena tidak adanya pemuda pemudi yang tergabung di lembaga, yang ada semisal karang taruna dan KNPI di kecamatan Jasinga?

Atau karena tiadanya support dari pemerintahan kecamatan itu sendiri!

Miris, sungguh miris saya katakan jika pemuda pemudi kecamatan jasinga terus seperti ini.

Sebab nasib bangsa dan negara di tentukan pemuda hari ini.

Demikian saya sampaikan, semoga esok atau lusa saya bisa temukan jawaban.

Terimakasih …
Salam hormat dari saya — Ra Dien Khaerudin.
(tba)