by

Tiang Listrik di Dalam Rumah, Camat Bojonggede Tanggapi Begini

Hallobogor.com, Bojonggede – Camat Bojonggede, Dace Hatomi turut memberikan komentar terkait pemberitaan adanya permasalahan tiang listrik yang berada di dalam rumah salah satu warganya.

Menurutnya, warga yang lokasi rumahnya terkena tiang listrik, sebaiknya secara tertulis melaporkan, dengan diketahui RT/RW setempat.

Adapun mengenai masalah nanti Perusahaan Listrik Negara (PLN) mampu atau tidak menyelesaikan permasalahan tersebut itu, memang bukan kewenangan pihak kecamatan.

Baca : Ya Ampun, PLN Bojonggede Minta Warga Tanggung Biaya Pindah Tiang Listrik

“Bila perlu diketahui oleh pemerintah desa juga nggak apa – apa, untuk menjelaskan memang kondisinya seperti itu, kalau warga yang bersangkutan sudah jelas memiliki bukti kepemilikan atas tanah tersebut”, ujar Dace saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Senin (10/08/2020).

Pihaknya di sini tidak bermaksud untuk intervensi ke perusahaan listrik (PLN) atau penerangan jalan (UPJ), karena kalau itu bukan kewenangan dia (UPJ) ya paling tidak diterima saja laporannya.

“Terus bisa disampaikan ke lembaga yang berwenang atau dijawab kepada warga yang bersangkutan bahwa ini bukan kewenangan kami, kewenangannya ke anu nanti kita yang punya lahan lapornya ke anu begitu”, lanjut Camat.

“Saya pikir sebaiknya begitu, jadi jangan jawab lisan bahwa ini bukan kewenangan saya. Menurut saya sebaiknya begitu, karena kami pun di desa maupun di Kecamatan bila ada hal yang tidak bisa kami selesaikan, kami laporkan ke pimpinan atau ke dinas yang membidangi permasalahan tersebut”, tambahnya.

Dace memberi contoh, bila ada kejadian tanah longsor, itu tugasnya tapi apabila pihaknya tidak mampu ya dilaporkan ke BPBD, mungkin kalau di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pasti ada divisi-divisi yang menangani permasalahan seperti tiang listrik ini.

Saat ditanya peran pemerintah setempat terhadap pembangunan yang dilakukan oleh BUMN/BUMD, Dace menjelaskan pada saat mereka (Pekerja) menerima surat perintah kerja (SPK) dari BUMN/BUMD yang bersangkutan sebaiknya ada pemberitahuan ke pihak desa maupun kecamatan.

“Syukur-syukur langsung menyampaikan bahwa saya dapat surat perintah kerja (SPK) mau ada galian kabel dialokasi ini, minimal supaya pihaknya tahu di wilayahnya ada pekerjaan tersebut,” katanya.

“Nah, kita juga bisa sampaikan kepada warga bahwa disini ada kegiatan, kalau ada yang bikin selokan air saja pasti warga nanya ke kami”, terang Dace.

Seperti diberitakan sebelumnya, ada seorang warga kompleks perumahan Bojong Depok Baru 1 yang mengeluhkan adanya tiang listrik di dalam rumahnya, sementara pihak PLN Bojonggede menyatakan kalau biaya pemindahan tiang listrik tersebut menjadi tanggungan pemilik rumah. (yus)