by

Solusi untuk Rakyat, Baznas Kota Bogor Tawarkan Potong Gaji ASN & Zakat Profesi

Hallobogor.com, Kota – Wabah Virus Corona telah berdampak besar ke masalah ekonomi, yang mau atau tidak menjadi beban pemerintah, baik pusat maupun daerah, sekaligus masalah bagi masyarakat.

Kesulitan masyarakat yang terdampak Corona sudah terbayang diantaranya, tukang parkir, pekerja serabutan dan lainya. Mereka tidak lagi dapat menghasilkan juga buruh harian tidak bisa lagi menghasilkan uang padahal dia butuh hidup.

Nah, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bogor menawarkan usulan solusi yang bisa mengatasi persoalan perekonomian pada ini, tentu saja dengan model zakat fitrah. Seperti apa mekanismenya?

Bagian Pengumpulan dan Pendistribusian BAZNAS Kota Bogor, Rusli Saimun mengatakan, apabila Perwali nomor 49 tentang zakat fitrah di kalangan ASN, pejabat negara, DPRD dan lain-lain itu bisa diefektifkan melalui intruksi agar dipotong 2,5÷ persen di bulan April 2020, bisa terkumpul Rp 1,4 Miliar.

“ASN di kota Bogor itu ada 7.000 orang kalau dipotong Rp 200.000 itu maka perbulan bisa dikumpulkan dana zakat itu 1,4 miliar,” kata Rusli yang ditemui di rumah dinas Walikota Bogor Jalan Pajajaran, Kota Bogor, Kamis (02/04/2020).

Dari dana Rp 1,4 M ini pemerintah Kota Bogor bisa menggunakan dana Rp 1 M untuk persediaan sembako. Kalau misalnya sembako itu harganya Rp.250.000/paket maka akan dapat 4000 paket yang bisa dibagikan kepada orang miskin/miskin baru.

“Itu baru ASN dengan jumlah 7.000 orang belum lagi orang yang semi ASN di luar itu kita lihat ada sekitar 5.000 orang. Kalau 5.000 saja dikali Rp.200. 000 sudah mencapai 1 miliar nah ini bisa digunakan dana ini untuk penanggulangan wabah Virus Corona ini,” tambahnya.

Efektifkan Zakat Profesi

Rusli menjelaskan, dengan adanya dana ini maka anggaran Pemkot bisa terselamatkan sebagian dari temen-temen di ASN dan non ASN, kewajiban penggunaan zakat nya itu nantinya dibagikan lagi kepada mereka yang membutuhkan dan ini solusi untuk penanggulangan wabah yang dialami.

Mengingat kesulitan masyarakat yang terdampak Corona diantaranya, tukang parkir pekerja serabutan dan lainya. Mereka tidak lagi dapat menghasilkan juga buruh harian tidak bisa lagi menghasilkan uang padahal dia butuh hidup .

“Menurut saya efektifkan zakat profesi zakat penghasilan jadi tidak ada yang dirugikan. Yang penghasilannya bawah 4 juta itu bisa saja dengan infaq dan shodaqoh misalnya besarnya Rp.50.000 sampai Rp 20.000 itu menjadi menjadi dana tambahan, sehingga itu bisa dijadikan solusi dengan terjadinya wabah ini,” katanya.

Kaitan respon Pemkot Bogor, sambung Rusli, kemarin sudah bertemu Wakil Walikota Bogor Dedie A Rachim untuk menyampaikan surat resmi dari Baznas berkaitan dengan solusi penanggulangan ini.

Respon Wakil Walikota sangat mendukung karena hal ini bisa menjadi bagian solusi pendanaan membantu Pemkot dalam permasalahan ini. Masalah regulasi itu ada di Walikota sedangkan Wakil Walikota tidak punya kekuatan secara hukum, kewenangan untuk mendatangani intruksi itu karena beliau pejabat yang ditunjuk tidak bisa untuk mengambil kebijakan.

“Kita doakan Wali Kota sehat sembuh dalam minggu-minggu ini agar instruksi itu bisa dikeluarkan dan secara otomatis nanti Pemkot bekerjasama dengan Bank BJB langsung memangkas, dan dana itu dialihkan ke Baznas, kemudian kita alokasikan anggaran dananya itu untuk pembelian sembako,” katanya.
(dns).