by

Sudah Tau Kisah Batu Congkrang, Pos Jaga Kerajaan Pakuan Pajajaran?

Hallobogor.com, Bogor Selatan – Kawasan Batu tulis Kota Bogor adalah kawasan yang penuh misteri dan histori. Salah satu tempat bersejarah peninggalan Kerajaan Pakuan Padjajaran adalah Batu Congkrang.

Begitulah yang tertera di plang pengumuman bahwa Situs Batu Congkrang termasuk dalam Cagar Budaya yang dlindungi. Batu Congkrang adalah sebuah batu monolit peninggalan masa pra sejarah.

Baca : Kisah Situs Kutadani yang Sempat Hilang, di Makam Raden Wilang Natadani

Batu ini terletak di tepi Jalan Batutulis, dekat persimpangan Gang Balekambang sebuah pasar tradisonal kecil yang senantiasa ramai oleh pengunjung.

Situs ini tergolek kesepian begitu saja, padahal situs ini merupakan saksi keperpubakalaan bahwa sejak ratusan tahun sebelum masehi ditempat itu sudah ada pemukiman manusia.

Baca juga : Apa dan Siapa Prabu Siliwangi, Raja Kerajaan Pajajaran yang Termashur

Walaupun cungkup yang melindunginya cukup mencolok mata, namun tetap saja situs ini luput dari perhatian, mungkin kalah popular dengan situs prasasti batutulis yang letak nya tidak jauh dari situs ini.

Bahkan salah satu tiang plangnya pun terlihat seperti bekas tertabrak.

Juru pelihara (kuncen) situs Batu Congkrang, Jodi menyebut banyak juga orang yang mengunjungi situs ini, datang dari berbagai kalangan dan dari beberapa daerah, bahkan ada juga dari mancanegara.

“Namun, kebanyakan mereka tidak pernah ijin atau permisi dulu sama saya mereka main masuk saja,” ujarnya.

Dulunya di lokasi ini adalah tempat pos penjagaan dari Kerajaan Pakuan Padjajaran.

Pada tahun 1965 an, di tempat ini masih banyak pohon huni dan kelapa, juga ada pohon cempaka warna.

Konon, di sini ada penghuni gaibnya yang bernama Mbah Congkrang.

Di sekitar situs ini kalau ada yang kencing sembarangan, suka seperti ada yang mengejar-ngejar.

“Di sini masuk kawasan angker, tapi memang intinya hidup itu, kita harus saling menghormati. Termasuk dengan mahluk ghaib” ungkap Jodi.

Dia melanjutkan kisahnya, dulu sekitar tahun 1972 rumah yang ditempati ini pernah dimasuki harimau, kami sempat saling tatap tapi tidak lama kemudian harimau itu langsung menghilang entah kemana.

“Mungkin penunggu di sini yang bermaksud ingin memperkenalkan diri kepada saya,” katanya.

Selain itu, teteh (kakak perempuannya) yaitu teh Cicih (almarhum) pernah didatangi seseorang tapi tidak tahu siapa orang itu ia tidak mengenalnya, bentuk badannya tidak seperti kita – kita ini tapi sangat tinggi dan besar.

Menurut pak Judi, pada tahun 2005 Bangunan yang menutupi atau yang melindungi situs Batu Congkrang itu dipugar/bangun sendiri tanpa ada bantuan dari pihak manapun.

Kemudian dirinya di angkat jadi jupel oleh Pemda sekitar tahun 2010.

Sumber lain mengenai pasar Balekambang yang ada di sebelah batu Congkang menginformasikan, dulunya lokasi tersebut merupakan suatu kolam dan terdapat bale-bale dimana dahulunya merupakan tempat raja-raja Padjajaran untuk duduk-duduk dan menerima tamu.

“Itulah sebabnya, mengapa kawasan itu kemudian disebut sebagai Balekambang,” ujar seorang ibu warga Balekambang. (yan)

Napak Tilas Karuhun : Punya kisah dan cerita sejarah, serta peninggalan seputar Kerajaan Pajajaran dan Prabu Siliwangi? Tulis dan kirimkan kepada redaksi kami, untuk dipublikasikan di media ini.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.