by

Tirta Pakuan Jamin Pelayanan Air Bersih Tetap Optimal, Walau Ada Covid-19

Hallobogor.com, Bogor Timur- Sejak karantina wilayah untuk mencegah penyebaran Covid-19 mulai diterapkan di Kota Bogor, ribuan unit usaha mengurangi operasional layanannya. Mulai dari Hotel, Rumah Makan, pusat perbelanjaan hingga kantor-kantor besar mengurangi jam operasional dan tutup sementara.

Hal ini menyebabkan penggunaan air bersih dari bidang industri, niaga, dan perkantoran berkurang. Demikian kabar dari Perusahaan Daerah (Perumda) Tirta Pakuan Kota Bogor dalam kegiatan temu wartawan menyambut Bulan Suci Ramadhan pada Rabu (21/04/2020).

Dalam catatan Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, dari total 162.985 pelanggan yang setiap bulan membayar tagihan air bersihnya, sekitar 30 persen pendapatan berasal dari golongan tarif Niaga (N) I-IV, Industri (I) I-II dan Instansi Pemerintahan (IP). Mereka adalah kelompok golongan bertarif tinggi yang mensubsidi golongan tarif yang lebih rendah, yakni Rumah Tangga (RT) I-IV.

“Saat ini banyak hotel, rumah makan besar, minimarket, mal-mal, perkantoran hingga pabrik yang mengurangi bahkan menutup usahanya karena pandemi Covid-19,” ujar Direktur Utama Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Deni Surya Senjaya

Artinya, penggunaan air bersihnya pun lebih sedikit dari biasanya. Ini tentu saja akan berdampak pada pendapatan, karena kelompok golongan tarif itu paling besar kontribusinya bagi Tirta Pakuan untuk mensubsidi golongan tarif Rumah Tangga.

Meski berpotensi terganggunya biaya operasional, Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor menjamin pelayanan air bersih kepada pelanggan tetap berjalan optimal. Seluruh petugas tetap siaga menjaga sisten produksi dan jalur distribusi untuk memberikan kenyamanan kepada pelanggan yang kini lebih banyak bekerja dari rumah Work From Home (WFH).

“Dalam penanganan COVID-19, Tirta Pakuan telah menjalankan langkah strategis untuk menekan penyebaran Covid-19 di Kota Bogor. Sejak pemberlakukan status Kejadian Luar Biasa (KLB) wabah Corono pertengahan Maret lalu,,” katanya.

Manajemen memberlakukan perubahan jam layanan operasional menjadi pukul 07:00 s/d 12:00 WIB, mengarahkan pembayaran tagihan dan pemasangan baru melalui online. Para tamu, pelanggan dan karyawan diwajibkan memakai masker, cek suhu tubuh dan cuci tangan menggunakan hand sanitizer di titik-titik yang telah disiapkan.

Tirta Pakuan pun secara kontinyu bersinergi dengan perangkat daerah menyediakan segala kebutuhan pencegahan virus. Bersama pemimpin wilayah melaksanakan penyemprotan cairan disinfektan di jalan-jalan kecil yang tak bisa dilalui truk tangki besar.

Bersama Perumda Pasar Pakuan Jaya menyediakan perangkat cuci tangan portabel di 10 titik pasar dan area publik, bersama Gugus Tugas Covid-19 Kota Bogor dan Satpol PP membagikan ribuan masker kain gratis.

Membagikan paket sembako bagi masyarakat di area instalasi dan sumber, serta penyediaan Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga medis. Yang tak kalah penting, Tirta Pakuan siap memberikan keringanan kepada pelanggan yang terdampak Covid-19. Jenis keringanannya masih dalam pembahasan pihak manajemen yang disetujui Pemkot Bogor.

“Pada prinsipnya, setiap langkah strategis untuk meringankan beban masyarakat terdampak Covid-19 terus kita perhatikan. Koordinasi dengan Pemkot Bogor untuk program keringanan pembayaran terus kita lakukan,” kanya.

Dan tentunya peran Tirta Pakuan kedepan akan lebih nyata lagi, Untuk pengajuan pemasangan sambungan baru, kami lihat ada pengaruh yang cukup signifikan, penurunannya hingga 60 persen. Mungkin masyarakat masih fokus pada kebutuhan pangannya. Tapi kami sarankan lebih baik pakai air Tirta Pakuan untuk menjamin kualitas air lebih higienis,” imbuh Deni.

Tirta Pakuan belum menghitung berapa pelanggan yang kesulitan membayar rekening air bulanannya. Namun Deni menyakini keringanan yang disampaikan Tirta Pakuan dapat membantu masyarakat memenuhi kewajban bulanannya.

“Mungkin ada pelanggan yang menunda pembayaran tagihan airnya, tapi kami imbau itu dihindari karena akan lebih memberatkan pelanggan pada bulan berikutnya. Sebaiknya tidak menunda pembayaran agar tidak terjadi lonjakan pada bulan berikutnya,” jelas Deni.

Deni menyampaikan empati kepada pelanggan yang terdampak penyebaran Covid-19. Namun Tirta Pakuan akan terus berkomitmen menjalankan fungsi pelayanan dan sosial bersama instansi terkait.

“Atas nama pribadi dan perusahaan, kami menyampaikan rasa empati yang mendalam kepada masyarakat yang mengalami kesulitan karena virus ini. Kami berkomitmen membantu pemerintah memerangi virus corona,” kata Deni.

Deni juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pelanggan yang tetap membayar tagihan bulanannya tepat waktu, meski kondisi saat ini cukup sulit.

“Apresiasi khusus untuk seluruh pelanggan yang tetap membayar tagihan rekening airnya tepat waktu. Kami akan terus memberikan pelayanan terbaik dan menjaga pasokan air bersih tetap mengalir ke rumah-rumah pelanggan,” ungkap Deni. (dns)