by

Formacip Endus Ada Kejanggalan Penyaluran BPNT di Wilayah Ciawi

Hallobogor.com, Ciawi – Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sudah bergulir sejak tahun 2018 lalu, program tersebut merupakan salahsatu dari program pemerintah.

Untuk mencukupi kebutuhan pangan bagi masyarakat golongan sosial ekonomi rendah, dalam penyalurannya, pemerintah bekerja sama dengan pihak Bank BNI hingga sampai ke KPM yang menempuh beberapa prosedur yang ditetapkan.

Mengenai hal tersebut Forum Masyarakat Ciawi Peduli (Formacip) menilai, ada kejanggalan dalam proses, dari mulai suplayer bahan, hingga agen yang ditunjuk. Bahkan Formacip menduga ada aksi main mata dari Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK).

Terungkap sejak adanya wabah Covid – 19. Ujang Kamun, Pembina Formacip menuturkan, dengan adanya Covid ini semua terbuka.

“Mulai dari perekrutan TKSK yang tidak sesuai Permensos 28 tahun 2017, TKSK di harapkan sebagai pendamping KPM agar keluhan bisa tersampaikan diduga ada main mata dengan agen maupun suplayer,” tutur pria yang akrab dengan nama safaan UK.

Menurut UK, apalagi di tahun politik Pilkades, bisa dimungkinkan dipolitisasi. Bansos juga akan di manfaatkan oknum, belum lagi data yang jomplang maksudnya, perbedaa data dari Kemensos sekian ternyata di lapangan sekian.

“Belum lagi perubahan status yang terkesan dibiarkan, dengan begitu, penanganan covid 19 terabaikan. Karena kita berkutat di bantuan, iraha rek anggeusna iyeu Covid,” ujarnya dengan sedikit berbahasa daerah.

Siapa yg bertanggung jawab atas pemahaman agen ? ucap UK penuh tanya.

“Seharusnya agen itu paham atas aturan yang sebenarnya, tapi saya yakin dari sekian ratus agen hanya beberapa agen yang paham aturan main BNPT,” pungkasnya. (wan)