by

Wah Enam Warga Megamendung Dipanggil KPK, Ada Apa Nih?

-Hukum-295 views

Hallobogor.com, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil enam orang warga yang menjadi buruh harian lepas di Kelurahan Sukamanah, Kecamatan Megamendung, diantaranya adalah Muhtar Sanusi (Ketua RW 03), dan Ayub (Ketua RT 03 RW 03) untuk hadir di Gedung KPK.

“Selain itu ada juga buruh harian lepas atau tukang kebun Mahmud, dua wiraswasta atau tukang kebun Ahmad Wahib dan Rahmat serta seorang wiraswasta Sali,” kata Pelaksana tugas (Plt) Juru Bicara Bidang Penindakan KPK, Ali Fikri, Selasa (30/6/2020)

Ali Fikri mengatakan mereka diperiksa sebagai saksi untuk tersangka eks Sekretaris MA Nurhadi. Dalam jadwal pemeriksaan KPK keduanya juga disebut sebagai buruh harian lepas. KPK juga memeriksa tiga orang lain yang berprofesi sebagai tukang kebun.

Untuk diketahui, pada 11 Maret 2020 KPK mengonfirmasi foto-foto vila mewah diduga milik Nurhadi yang dirilis oleh Masyarakat Anti Korupsi (MAKI). Vila mewah tersebut diketahui berlokasi di Gadog, Desa Sukamanah kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat dan telah digeledah oleh KPK beberapa waktu lalu.

Saat proses penggeledahan, di garasi vila tersebut ditemukan belasan motor gede (moge) dan empat mobil mewah. Luas villa tersebut diketahui 1,1 hektare atau 11.000 meter persegi.

Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan tiga tersangka yaitu Nurhadi, menantunya Rezky Herbiyono serta Direktur PT MIT Hiendra Soenjoto. Nurhadi dan Rezky yang ditangkap di kawasan Simprug, Jakarta Selatan diduga menerima suap dan gratifikasi senilai Rp46 miliar, sementara Hiendra ditetapkan sebagai tersangka selaku pemberi suap.

Uang suap diduga berasal dari mantan Presiden Komisaris Lippo Grup Eddy Sindoro agar menunda pelaksanaan pemanggilan terhadap PT Metropolitan Tirta Perdana (PT MTP) dan menerima pendaftaran Peninjauan Kembali PT Across Asia Limited (PT AAL). (*/bud)