by

Wartawan Kabupaten Bogor Dikecewakan Soal Bansos Covid-19, Ini Alasannya

Hallobogor.com, Cibinong – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bogor, H. Subagio menyampaikan kekecewan wartawan kabupaten, terkait dengan tanggapan pihak Kominfo terkait dengan bantuan sosial Covid-19 untuk wartawan.

“Kami merasa dipermainkan dan dilecehkan, mendengar info bahwa wartawan harus menyerahkan data ke desa atau kekelurahan sesui alamat masing-masing . Jika infonya begitu, kita sudah tahu, tidak perlu arahan dari Diskominfo,” kata Subagio.

Menurut Subagio, para wartawan mempersoalkan koordinasi pihak Diskominfo yang meminta wartawan untuk meng umpulkan data-data pribadi seluruh wartawan dan ditunggu paling lama jam 21.00 WIB pada Senin (13/4/2020)

“Kami merasa dibohohin. Semua data wartawan yang diperlukan sudah kita serahkan, kita tunggu kabar eh malah dibohongin seperti ini,” ujarnya.

Jika harus menyerahkan data-data masing-masing ke kantor desa atau kelurahan sesuai domisili masing-masing. Kenapa harus diajarin Diskominfo, karena tanpa Diskominfo pun kita bisa.

Diskominfo Minta Maaf

Sementara itu Plt Diskominfo Kabupaten Bogor, Kardenal terkait masalah tersebut menyampaikan permohonan maaf kepada wartawan, Selasa (24/4/2020)

“Kami atas nama Diskominfo Kabupaten Bogor sekali lagi menyampaikan permohonan maaf kepada rekan-rekan wartawan atas kejadian yang mengecewakan ini,” katanya.

Menurut Kardenal,  masalah ini berawal saat salah satu Kasi Diskominfo (Gultom-Red) mendapat kiriman WhatsApp (WA) dari sejumlah wartawan, yang menginformasikan dan mempertanyakan terkait pendataan nama-nama wartawan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Bogor yang menurut informasinya akan memberikan bantuan sosial (bansos) kepada para wartawan yang bertugas atau melakukan tugas jurnalistik di wilayah Kabupaten Bogor.

“Dari informasi sejumlah wartawan Kota Bogor yang disampikan melalui WA tersebut, maka Gultom menyambut baik atas masukan dari sejumlah wartawan yang menyebutkan, bahwa Humas Pemkot Bogor telah melakukan pendataan nama-nama wartawan yang akan diberikan Bansos,”  ujarnya.

Kemudian, lanjut Kardenal,  setelah mendapat informasi bahwa, Pemkot Bogor akan memberikan bansos kepada wartawan, maka informasi tersebut, langsung disampaikan dan dikomunikasikan kepada Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bogor.

Ternyata sesuai mekanisme dan prosedur, usulan itu tdak bisa diakomodir. Karena, bansos hanya diberikan melalui satu pintu saja, yakni Dinsos. Sementara informasi yang dipeoleh dari wartawan di Kota Bogor sudah keburu langsung di sampaikan kepada Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bogor.

“Dalam hal ini, kami berkomunikasi dengan Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bogor yang didalamnya terdapat sejumlah dinas atau instansi seperti Dinsos, Dinkes, BPBD, TNI-Polri dan instansi lainnya. Namun menurut keterangan dan arahan dari Dinsos bahwa bansos itu bisa diberikan, tapi hanya bisa disalurkan melalui desa dan kelurahan kepada penerima bantuan sesuai dengan domisilinya,” ungkapnya.

Menurut Kardinel, Kasi Humas Diskominfo ketika mendapat masukan dan informasi tersebut, mungkin terlalu bersemangat, maka yang bersangkutan dengan antusias pula langsung mengirim WA itu ke PWI Kabupaten Bogor tanpa konfirmasi atas kebenaran info tersebut. (wan).