by

Webinar SBM ITB : Pentingnya Data dalam Pengambilan Keputusan

Hallobogor.com, Bandung – SBM ITB kembali menggelar webinar series ke 8 dengn tema yang menarik yaitu “Improving Decision Making Process with Data” pada Sabtu, (19/9/2020) 

Dalam dunia yang semakin digital, perusahaan dihadapkan pada perubahan konstan dan cepat yang membutuhkan tindakan dan keputusan strategis yang juga harus cepat.  

“Pada era digital ini, data harus menjadi inti pengambilan keputusan strategis dalam bisnis, apakah itu perusahaan multinasional besar atau kecil bahkan yang hanya berupa bisnis keluarga. Data dapat memberikan wawasan (insight) yang membantu perusahaan menjawab pertanyaan bisnis utamanya seperti ‘Bagaimana saya dapat meningkatkan kepuasan pelanggan? Data mengarah ke pembentukan wawasan; pemilik dan manajer bisnis dapat mengubah wawasan tersebut menjadi keputusan dan tindakan yang menumbuhkan bisnis.” Papar Dekan SBM ITB Utomo Sarjono Putro dalam Webinar tersebut.

Webinar ini juga menghadirkan para pembicara andal seperti Muhamad Fajrin Rasyid, Direktur Digital Business Telkom; Heru Wiryanto, People Analytics and HR Data Science Enthusiast;  Nugraha Priya Utama, P.hD, Lecturer of  KK Informatika, Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI ITB). 

Dalam pemaparannya, Direktur Digital Business Telkom, Muhamad Fajrin Rasyid menjelaskan bagaimana big data bisa dimanfaatkan untuk menavigasi perubahan bisnis yang sangat cepat. 

Fajrin mengungkapkan, umumnya ada tiga karakter Big Data yang dikenal dengan 3V, yaitu variety, velacity, dan volume. Yakni selama ini data begitu beragam, perubahannya cepat, dan banyak. 

Salah satu industri yang sudah memanfaatkan big data adalah perbankan. Seperti fintech di China. Ketika ia meng-apply aplikasi fintech tersebut, hanya membutuhkan waktu proses 7 detik untuk approval. Bila diapprove, uang akan langsung masuk ke rekening. Big data juga bisa merekam perilaku atau behaviour yang bisa dimanfaatkan perusahaan untuk mendapatkan kredit skoring dan mengambil keputusan terbaik. 

“Anda tidak harus datang ke bank untuk membuka rekening baru. Proses validasi, memanfaatkan big data. Perbankan adalah industri yang cukup maju dalam big data,” ungkap dia. 

People Analytics and HR Data Science Enthusiast, Heru Wiryanto menjelaskan bagaimana peranan people analytics saat ini. Seperti beberapa waktu lalu, pihaknya mengembangkan alat untuk merekam the human brain dan nervous system. Bahkan di salah satu kementerian, pihaknya mengukur itegritas para pembuat komitmen. 

“Misalnya sistem ini bisa mengidentifikasi kecenderungan pornografi dan tindakan asosial lainnya,” tutur dia. 

Heru mengungkapkan, ada beberapa hal yang harus dimiliki jika ingin bergerak di people analytics. Di antaranya harus miliki big data, kemampuan story telling, visualisasi, dan psicological skill. Sebab percuma jika memiliki data tapi tidak bisa menceritakan dan menggambarkannya. 

“Data tanpa story telling hanya akan menjadi tumpukan data,” ungkap dia. 

Sementara itu, Lecturer of KK Informatika STEI ITB Nugraha Priya Utama, Ph.D.  menjelaskan pengorganisasian data berupa gambar dan video. Manusia, sambung dia, memahami sekitarnya dengan data yang diterima panca indera, kemudian disimpan di otak dan disimpan untuk menambah pengetahuan yang akhirnya akan digunakan untuk memutuskan sesuatu dan beraksi. (jbr)