by

West Java Economic Society (WJES) Bersinergi Bangun Ekonomi Jabar

Hallobogor.com, Bandung – Pandemi Covid-19 telah menekan perekonomian Jawa Barat (Jabar), sehingga pada triwulan II 2020 terjadi kontraksi sebesar -5,98% (yoy). Oleh karena itu pemulihan ekonomi menjadi agenda penting dan perlu mendapatkan dukungan sinergitas dari berbagai pihak, sehingga kondisi ekonomi dapat terus membaik dengan diiringi risiko kesehatan yang terkawal baik. 

Hal itu muncul dalam seminar sekaligus Kick off West Java Economic Society (WJES) yang dilaksanakan secara daring, Rabu (23/9/2020) . 

Secercah harapan telah mulai muncul pada triwulan III 2020 dan diharapkan dapat terus terjaga momentum perbaikan yang sudah terjadi. Berbagai indikator ekonomi menunjukkan perkembangan positif, seperti tingkat keyakinan masyarakat (konsumen) terhadap perbaikan kondisi ekonomi. Aktivitas ekonomi di Jawa Barat yang mulai meningkat, perlu diikuti dengan penerapan protokol kesehatan yang disiplin, serta diiringi optimisme dan sikap positif dalam mengoptimalkan berbagai peluang pemulihan ekonomi. Hal ini  memerlukan dukungan dari berbagai pihak, termasuk segenap civitas akademika perguruan tinggi.

“Dalam rangka berkontribusi bagi perekonomian Jabar melalui sumbangan ilmu dan pemikiran, Bank Indonesia Jabar bersama Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Bandung yang didukung para akademisi berbagai disiplin ilmu, berinsiatif membentuk West Java Economic Society (WJES),”kata Kepala Perwakilan BI Jabar Herawanto.

WJES adalah wadah yang dibentuk untuk mendorong semangat berkontribusi bagi kemajuan ekonomi Jabar, antara lain melalui penelitian, kajian dan berbagai kegiatan pendalaman terhadap permasalahan ekonomi daerah (regional) dalam rangka merumuskan rekomendasi kebijakan. Terbentuknya forum WJES dapat dimanfaatkan untuk mengurai benang kusut permasalahan ekonomi dengan berkontribusi nyata melalui pemikiran-pemikiran yang solutif untuk kemajuan ekonomi Jabar.

Rangkaian event perdana WJES 2020 akan dimulai pada 30 September 2020 dengan kegiatan workshop dan seminar, dan puncak acara pada tanggal 24-25 November 2020 yakni The 1st International Conference on Regional Economic and Development, yang akan menampilkan karya ilmiah terbaik dan diharapkan dapat menjadi masukan berharga untuk memajukan perekonomian daerah, khususnya Jabar.

Acara dengan tema “Sustaining Regional Economic after COVID-19 Pandemic” ini dihadiri oleh Bapak Dody Budi Waluyo (Deputi Gubernur Bank Indonesia) sebagai keynote speaker, dengan narasumber tokoh nasional Bapak Bambang P. S. Brodjonegoro (Menteri Riset dan Teknologi) dan ekonom internasional Bapak Iwan Jaya Azis, PhD (guru besar ekonomi di Cornel University, Amerika Serikat).

Bambang P. S. Brodjonegoro, Menteri Riset dan Teknologi mengatakan salah satu dampak positif dari Covid-19 adalah transformasi digital justru semakin cepat dilakukan, termasuk bagi kalangan dunia usaha khususnya UMKM. 

“Saya yakin masa depan kita akan lebih baik, sebab transformasi digital sudah berjalan cepat dan UMKM sudah mulai menggunakan digital dalam usahanya untuk bertahan dimasa AKB,” jelasnya.

Namun diakuinya perlu adanya dukungan pemerintah terutama dalam hal kesiapan infrastruktur digital. Menurutnya dari 75 ribu desa di Indonesia masih ada sekitar 12 ribu desa yang belummenikmati koneksi internet. hal itu tentu sangat mengganggu ditengah masa AKB, karena sekolah jarak jauh dan pembatasan perteuman orang untuk transkasi bisnis.

“Pemerintahtentu sedang memikirkan solusi, salah satunya menggelar jaringan satelit. Slot kita masih memungkinkan,” tuturnya. (jbr)